Sadari Covid Varian Baru Omicron


Tidak terasa sudah dua tahun kita menghadapi dan melawan pandemi virus covid-19. Virus yang tidak bisa kita anggap biasa dengan penyebaran yang begitu cepat, Bukti nyata jutaan jiwa di belahan dunia bertaruh melawan ganasnya virus covid-19 dan tidak pula sebagian orang harus meregang nyawa. Banyak korban yang meninggal dunia akibat virus covid-19 tercatat di Indonesia sendiri kasus covid-19 mencapai angka 4,26 juta jiwa dan korban yang meninggal mencapai 144 ribu korban jiwa, Selama Pandemi covid-19 Para pahlawan Garda terdepan tidak sedikit yang telah gugur dalam perjuangan. Kalimantan Selatan sendiri tercatat 69.929 kasus covid-19 berdasarkan informasi corona.kalselprov.go.id.

setelah dua tahun menghadapi pandemi kini virus covid-19 bermutasi, seiring waktu penemuan mutasi virus tersebut dinamanakan Omicron virus ini ditemukan pertama kali di wilayah Afrika Selatan. Di Indonesia pada bulan Desember 2021 tercatat 1 orang teridentifikasi positif covid-19 varian omicron. Dan pada 2022 berdasarkan databoks varian omicron (B.1.1.529) di Indonesia telah mencapai 3.772 kasus per Minngu.  Tidak menuntut kemungkinan akan bertambahnya jumlah kasus omicron di Indonesia karena kita belajar dari pengalaman awal covid-19 masuk. Pemerintah berupaya mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan pelonjakan pasien omicron, karena diketahui penyebaran covid-19 varian omicron lebih cepat penelurannya.

Virus Covid-19 atau bisa kita sebut virus corona dengan fatalitas tertinggi. Dengan penyebaran dan penularan virus yang begitu cepat. Pada umumnya pasien yang terpapar covid-19 biasanya menunjukkan gejala bahkan tanpa gejala sekali pun. Ciri-ciri gejala awal sama hal pada gejala umum seperti demam, flu, batuk, pilek dan meriang bahkan kehilangan indra penciuman atau perasa (Anosmia). Varian Omicron mutasi terbaru dari covid-19 gejala yang di timbulkan berbeda dari varian sebelumnya pada umumnya gejala varian delta menunjukkan gejala hilangnya indra perasa dan bau namun sebaliknya dengan varian omicron dimana penderita tidak kehilangan indra perasa dan bau namun gejala yang ditimbulkan seperti, gejala awal radang tenggorakan atau sakit pada tenggorokan, kelelahan berhari-hari, badan terasa nyeri dan disertai sakit kepala berhari-hari.

Apabila anda merasakan salah satu gejala tersebut sebaiknya periksakan diri anda ke Pusat Layanan Kesehatan, Puskesmas, dan Rumah Sakit terdekat. Agar secepat mungkin di tangani oleh dokter dan tim medis untuk menditeksi sedini mungkin apakah kita positif terpapar covid 19 atau hanya gejala sakit biasa. Pemerintah kabupaten Tanah Bumbu dan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor memberikan upaya pelayanan kepada pasien Covid-19 dengan disediakan ruangan isolasi khusus pasien Covid-19 dengan tenaga medis yang memadai hal ini sebagai wujud kesiapan RS menghadapi kemungkinan-kemungkinan lonjakan pasien.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.