Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Review Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok Di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor

Sepunggur (23/05) – Bidang FM dan SDK Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan review implementasi kebijakan KTR (Kawasan Tanpa Rokok) di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor. Kebijakan KTR tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019.

RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor sendiri sebelumnya sudah mempunyai regulasi tentang KTR yang telah dirumuskan di dalam Surat Keputusan Direktur RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor Nomor 800/061/XI-2016/RSUD Tahun 2016 tentang Kebijakan Larangan Merokok Di Wilayah RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor. Adapun lampiran dari SK Direktur tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Rumah Sakit Umum dr. H. Andi Abdurrahman Noor adalah wilayah tanpa rokok, yaitu tempat atau ruangan yang dinyatakan terlarang untuk merokok, menjual, mengiklankan dan atau mempromosikan rokok.
  2. Larangan merokok di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor sebagai upaya perlindungan yang efektif dari bahaya asap rokok, memberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat serta melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung.
  3. Semua pihak yang berada di lingkungan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor mulai dari staf medis dan non medis, seluruh pengunjung rumah sakit dan seluruh pasien rumah sakit ikut berperan dalam menaati peraturan yang dibuat untuk mencapai Wilayah Tanpa Rokok.
  4. RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor memasang adanya tanda-tanda Wilayah Tanpa Rokok di sekitar rumah sakit melalui tanda larangan merokok, poster dan pengumuman.
  5. RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor melakukan sosialisasi Wilayah Tanpa Rokok.
  6. Petugas keamanan atau karyawan wajib memberitahukan adanya larangan merokok di sekitar area rumah sakit apabila masih ditemukannya pengunjung rumah sakit yang merokok.
  7. Petugas keamanan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor berhak melakukan tindakan peneguran dan memberikan sanksi tetas kepada pengunjung, keluarga dan pasien maupun karyawan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor.

Kawasan Tanpa Rokok juga telah diatur di dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 6 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok di mana disebutkan Kawasan Tanpa Rokok meliputi:

  1. fasilitas pelayanan kesehatan;
  2. tempat proses belajar mengajar;
  3. tempat anak bermain;
  4. tempat ibadah;
  5. angkutan umum;
  6. tempat umum; dan
  7. tempat kerja.

Disebutkan juga dalam Perda tersebut bahwa setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1), dipidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah). Dan bagi orang / badan yang dengan sengaja mempromosikan, mengiklankan, menjual dan / atau membeli rokok di KTR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (2), dipidana dengan pidana denda paling banyak Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *