Kunjungan Kerja Menteri Kesehatan Ke RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor

Sepunggur (06/05) – Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) bersama jajarannya melakukan kunjungan kerja ke RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor. Rombongan yang datang langsung melakukan telusur ke IGD dan ruang rawat inap untuk melihat kondisi rumah sakit saat ini.

 

Kegiatan telusur Menteri Kesehatan di ruang IGD
Kegiatan telusur Menteri Kesehatan di bangsal interna

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah telusur, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi oleh jajaran Kementerian Kesehatan bersama Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Komite Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu beserta jajarannya beserta seluruh Pejabat Struktural dan Kepala Ruangan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor di ruang Direktur. Dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan mengajak semua pihak untuk membuat rumah sakit menjadi “green hospital”, maksudnya yaitu pertama green dalam bentuk banyak tanaman dan kedua green dalam arti efisien, salah satu contohnya yaitu air AC dipakai untuk menyiram tanaman.

Menteri Kesehatan mengapresiasi RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor yang sudah BLU, juga keinginan rumah sakit memiliki CT-Scan tapi masih tipe C di mana mengalami kesulitan untuk izinnya padahal gedungnya sudah ada dan dokter spesialis radiologinya ada, hal ini akan dibicarakan lebih lanjut Menteri Kesehatan dan jajarannya.

Menteri Kesehatan gembira karena stunting (secara nasional) yang sebelumnya mencapai 37,2% turun menjadi 27,5% dengan pemantauan status gizi yang dilakukan. Berdasarkan data, stunting Tanah Bumbu yaitu sebesar 25,4% berada di bawah stunting nasional oleh sebab itu Menteri Kesehatan berharap Tanah Bumbu dapat mempertahankannya. Beliau mengajak seluruh tenaga kesehatan mewujudkan tujuan menyehatkan masyarakat agar menjadi pandai sehingga ekonomi lebih baik.

Dalam mengawali sesi diskusi, Direktur RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor mengharapkan dukungan terhadap pemindahan rujukan (regional) rumah sakit yang saat ini berada di Kotabaru karena jangkauannya cukup jauh dan harus menyeberang pulau (menggunakan feri), sementara warga di Kotabaru (pasien Jamkesda Kotabaru) berobatnya di Tanah Bumbu (berdasarkan MoU Dinas Kesehatan Kotabaru dengan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor).

Direktur juga berharap pemerataan tenaga WKDS khususnya spesialis mata karena fasilitas poliklinik mata di rumah sakit ini sudah ada namun belum ada dokter spesialisnya.

Selanjutnya dari Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, dr. Arman mengharapkan agar promosi kesehatan di media televisi diperbanyak. Pada dasarnya Kementerian Kesehatan sudah berupaya mempromosikan kesehatan kepada masyarakat akan tetapi promosi di media massa khususnya televisi membutuhkan biaya yang sangat besar. Dalam hal integrasi, Menkes didukung oleh Presiden melihat tidak boleh money follow function artinya diberi anggaran, masing-masing unit berlomba-lomba melaksanakan tugas dan fungsinya sehingga yang di bawah (puskesmas) menjadi bingung. Kedepannya Presiden dalam Mursenbangnas juga mengharapkan money follow program (pendekatan penganggaran yang lebih fokus pada program atau kegiatan yang terkait langsung dengan prioritas nasional serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat).

Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, Juharnah, S.Si.Apt pada kesempatan tersebut juga memberikan saran supaya flat (implan) untuk pasien fraktur agar masuk ke dalam e-katalog / e-purchasing sebab untuk pabriknya sendiri sudah ada di Indonesia (Jawa Timur) dan hal ini akan menjadi catatan Kementerian Kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *