BAHAYA PEROKOK PASIF

BAHAYA PEROKOK PASIF

Oleh: dr. Arie Nofariyandi

“Keluhannya apa bu?” saya tanya ke pasien seorang wanita berusia 50 tahun.

“Sesak nafas dok, jalan sedikit sesak. Sering kali ada nyeri dada juga. Sudah ke dokter di EKG dan di foto Ronsen. Katanya sakit jantung, jadi saya datang kesini.” jawab sang ibu dengan suara lemah.

(Pasien kemudian memberikan hasil pemeriksaan EKG dan foto ronsen. Dari EKG nya tampak jelas bahwa otot jantungnya sudah rusak karena serangan jantung. Dari foto Ronsen nya jantungnya bengkak cukup besar. Jadi kemungkinan besar keluhan yang dialami ibu ini terjadi karena gagal jantung yang timbul setelah terkena seragan jantung)

Kemudian saya tanya: “Bu dulu pernah ada nyeri dada? Mungkin disertai keringat dingin, mual atau muntah?”

“Pernah dok, tapi kejadiannya sudah lama.”

“Ngga ke dokter bu?”

Ngga dok, berobat alternatif, katanya angin duduk, terus dikasih obat herbal. Tidak lama keluhannya hilang. (Nyeri dada pada kasus serangan jantung bisa berkisar 12-48 jam. Nyeri menandakan otot jantungnya sedang sekarat, tanpa tindakan cepat untuk mengembalikan aliran darah yang tersumbat, otot jantung yang tidak mendapat cukup darah akan rusak dan mati sehingga fungsi jantung pada akan terganggu dan timbul keluhan sesak).

“Ibu punya tekanan darah tinggi, kencing manis, atau kolesterol tinggi?”

“Tidak ada dok.”

“Ibu merokok?”

(Tertawa kecil) “Ah ngga dok, masa perempuan merokok.”

“Kalau suami bagaimana bu? Apa merokok?”

“Iya dok.”

“Kalau suami merokok ibu sering kebagian asapnya?”

“Iya dok, pasti, saya ngga bisa cegah.”

“Bu, ibu memiliki sakit jantung koroner, ibu tidak boleh merokok atau terpapar asap rokok pasif, mana suami nya bu? Biar saya jelaskan sekarang.”

“Dok suami saya baru saja meninggal belum lama, katanya serangan jantung. Beliau supir, lagi bawa mobil mengeluh nyeri dada, mobil dipinggirkan, tidak lama dia pingsan, dibawa ke RS tidak tertolong, katanya serangan jantung.”

“Innaillahi Wainnaillaihi Rojiuun, turut berduka bu” – Setelah itu saya jelaskan sakitnya apa, pengobatannya bagaimana dan apa yang harus dihindari. Terkait asap rokok yang harus dihindari, sayangnya hal itu masih sulit dilakukan karena ternyata anak-anaknya sekarang perokok semua… Saya titipkan ke anak perempuan yang saat itu mendampingi pasien untuk bisa menyadarkan saudara-saudaranya untuk tidak merokok didekat sang Ibu. Semoga nasihat saya diikuti anak-anaknya ya…

Saudaraku…

Merokok adalah pilihan, siap merokok harus siap sakit.

Kalau anda sudah siap sakit dan ingin tetap merokok itu pilihan anda. Tapi tolong jangan bawa-bawa keluarga anda. Kami tenaga medis sering mendengar cerita pilu, istri seorang perokok terkena sakit akibat rokok seperti kanker paru atau sakit jantung, bayi seorang perokok terkena radang pernafasan, dsb. Sudah banyak penelitiannya mengenai bahaya merokok pasif ini.

Jadi tolong untuk para perokok, jangan bagikan asap rokok yang berbahaya ke anak istri atau teman-teman anda. Karena mereka berhak memilih untuk bisa hidup sehat…

Perokok pasif adalah seseorang yang tidak merokok secara langsung namun menghirup asap rokok dari orang-orang yang merokok di sekitarnya seperti di rumah maupun di lingkungan kerja. Meski tidak secara langsung merokok, perokok pasif bisa turut terkena dampak buruknya juga. Makin sering seseorang terpajan asap rokok, makin tinggi pula risiko gangguan kesehatan yang dialaminya.

Ketika dihembuskan oleh perokok, asap rokok tidak hilang begitu saja. Asap rokok dapat bertahan di udara sekitar dua hingga tiga jam. Asap rokok akan tetap ada meski tidak terdeteksi oleh indera penciuman maupun penglihatan Anda.

 

Efek Buruk Asap Rokok

Menghirup asap rokok dapat berdampak buruk, baik secara sementara maupun dalam jangka panjang. Terpajan asap rokok dapat langsung menimbulkan gejala seperti mata merah, sakit kepala, dan batuk-batuk.

Asap rokok yang tersebar mengandung lebih dari 7000 jenis bahan kimia. Ratusan di antaranya telah terdeteksi berbahaya, seperti karbon monoksida dan amonia. Selain itu, asap rokok mengandung lebih dari 50 bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker, seperti arsenik, nikel, kadmium, dan formaldehida.

 

Pada orang dewasa yang tidak merokok

Senantiasa menghirup asap rokok secara pasif dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terserang kanker paru-paru sebanyak 25 persen. Asap rokok yang dihirup berdampak buruk pada dinding pembuluh darah dan membuat darah menjadi lebih gampang untuk menggumpal. Merokok secara pasif juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Semua ini membuat perokok pasif lebih berisiko terkena stroke dan serangan jantung. Dengan terganggunya pembuluh yang mengalirkan darah ke jantung, kinerja jantung pun berisiko terganggu dan bahkan berujung pada gagal jantung.

 

Pada ibu hamil

Wanita hamil yang dalam masa kehamilannya terpajan asap rokok berisiko lebih tinggi untuk mengalami komplikasi seperti keguguran, lahir mati, dan bayi dengan berat badan di bawah rata-rata.

 

Pada anak-anak

Anak-anak yang menghirup asap rokok lebih berisiko terserang kondisi seperti:

  • Asma
  • Pilek
  • Infeksi telinga dan sistem pernapasan seperti pneumonia dan bronkitis
  • Alergi
  • Meningitis
  • Sindrom kematian bayi mendadak

Bukan hanya kesehatan anak perokok pasif yang terganggu, kemampuan akademik anak juga lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpajan asap rokok.

Selain itu, anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang merokok cenderung menjadi perokok saat mereka besar nanti. Jadilah contoh yang baik bagi anak Anda dengan berhenti merokok. Selain baik untuk kesehatan anak, berhenti merokok juga mendatangkan manfaat bagi kesehatan Anda sendiri.

 

Tips Terhindar dari Asap Rokok

Terdapat beberapa tempat yang patut diwaspadai oleh perokok pasif. Langkah-langkah pencegahan bisa diterapkan pada tempat-tempat tersebut.

  • Anda bisa meminta dengan sopan kepada perokok agar tidak merokok ketika bersama Anda. Jika hal itu tidak berhasil, Anda bisa menjauh agar tidak menghirup asap rokoknya.
  • Membuat rumah terbebas dari asap rokok merupakan salah satu cara terbaik yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan keluarga. Larang siapa pun yang ingin merokok di dalam rumah.
  • Asap rokok bisa ditemui di sejumlah tempat umum seperti bus, warung dan kafe. Jika Anda memutuskan untuk pergi ke tempat umum, usahakan untuk memilih tempat atau area non-smoking yang terbebas dari asap rokok. Beberapa restoran dan mal telah menetapkan peraturan larangan merokok di tempat umum dengan membuat tempat khusus bagi para perokok.

Setelah memahami cara-cara tersebut, kini Anda lebih bisa menghindarkan keluarga dari efek buruk merokok pasif.

Narasumber: dr. Erta P. W, Sp.JP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *